Poomsae adalah rangkaian teknik dari gerakan dasar yang berupa serangan dan pertahanan diri. Hal ini dilakukan untuk melawan musuh yang imajiner dengan mengikuti diagram tertentu. Jadi, setiap diagram pada rangkaian gerakan poomsae ini didasari oleh filosofi timur yang menggambarkan semangat serta cara pandang dari bangsa korea. Itulah sedikit penjelasan mengenai apa itu poomsae taekwondo.

Taekwondo sendiri merupakan olahraga seni bela diri asal korea selatan. Dalam Asian Games 2018, taekwondo sudah tidak lagi hanya mempertandingkan satu disiplin saja melainkan dua disiplin. Kemudian, jika pada sebelumnya taekwondo identik dengan demonstrasi menyerang dan bertahan. Pada Asian Games 2018 sudah mulai mempertandingkan gerakan ritmis dan dinamis dalam bentuk grup atau poomsae. Ketahui selengkapnya mengenai istilah poomsae taekwondo.

Ketahui Poomsae Taekwondo Selengkapnya

Di dalam Taekwondo selain Kyorugi atau sparing dan Kyukpa atau pemecahan benda keras, ada juga Poomsae. Lalu apa itu Poomsae? Poomsae taekwondo berasal dari dua kata, yaitu ‘poom’ dan ‘sae’. Poomsae menjadi unit yang penting dalam sistem teknis Taekwondo. Menurut buku panduan poomsae, poomsae merupakan gerakan-gerakan kombinasi yang dirancang untuk berlatih tanpa instruktur. Latihan ini menggunakan dasar kinerja yang tetap dari menyerang dan bertahan.

Oleh sebab itu, Poomsae memiliki kelebihan untuk dapat melatih teknik-teknik khusus dari teknik-teknik umum yang diterapkan. Teknik-teknik khusus ini merupakan teknik yang tidak dapat dilatih melalui gerakan-gerakan dasar. Poomsae dilatih bersamaan dengan garis poomsae, dan garis poomsae menunjukkan posisi kedua kaki dan arah dari gerakan. Di bawah ini merupakan penjelasan lebih mendalam mengenai poomsae. Check this out:

Poomsae Sebagai Suatu Kesatuan

Poomsae sebagai suatu kesatuan dibagi menjadi 2 unit sesuai klasifikasi grade poomsae. Poomsae pertama yaitu poomsae taegeuk diperuntukkan bagi para pemula, lalu poomsae kedua diperuntukkan bagi tingkat yang lebih tinggi. Poomsae taegeuk bagi pemegang Kup menggunakan ‘palgwae’ dan dibagi menjadi 8 bab. Lalu poomsae bagi pemegang Dan (yudanja) dimulai dengan koryo. Poomsae ini terdiri dari keumgang, taebaek, pyongwon, sipjin, jitae, chonkwon, hansu dan ilyeo.

Kelengkapan Poomsae

Semua poomsae dilengkapi denga title-nya, kuda-kuda posisi siap, garis-garis poomsae, kelompok gerakan yang menyatu penuh serta teriakan. Mereka para praktisi Taekwondo akan terampil melalui latihan dan berlatih. Latihan poomsae ini juga bermanfaat untuk mempertajam pikiran, disiplin tinggi dan disiplin untuk diri sendiri.

Poomsae sendiri dibagi menjadi ‘bentuk’ dan ‘isi’. Isinya yaitu mengekspresikan tentang arti nama sebuah poomsae. Sedangkan poomsae dalam bentuk termasuk di dalamnya berupa poomsaeseon, sikap kuda-kuda posisi siap, teriakan dan kelompok gerakan, serta bentuk yang dipahami sebagai penyebab dari filosofi, arti, dan simbolisme.

Makna Poomsae

‘Do’ pada poomsae berarti poomsaeseon atau arah dan garis poomsae yang memiliki simbolisme membuat identitas poomsae. Hal ini menjelaskan bahwa teriakan atau sikap kuda-kuda posisi siap juga mempresentasikan arti yang sama. Dalam kelompok gerakan, Anda akan menemukan teknik-teknik mengalir seiring dengan sistem pemahaman. Sistem ini seperti pengertian akan maknanya, dan pengertian akan simbolisme dalam nama poomsaenya sehubungan dengan kelompok gerakannya.

Junbiseogi atau sikap kuda-kuda posisi siap memiliki makna yang diawali dan diakhiri dengan sopan santun. Ada empat junbiseogi yang berbeda dalam yudanja poomsae, yaitu kibon junbiseogi, kyopson junbiseogi atau sikap kuda-kuda dasar posisi siap dengan tangan saling terbuka dan menutup, tongmilgi junbiseogi atau kuda-kuda posisi siap seperti mendorong batang kayu, dan bojumeok junbiseogi atau sikap kuda-kuda posisi siap dengan tangan menutup kepalan.

Latihan Poomsae

Poomsae sendiri memiliki 9 teknik yang perlu diketahui. Kesembilan teknik poomsae untuk dilatih tersebut antara lain: poomsae koryo, poomsae keumgang, poomsae taebaek, poomsae pyongwon, poomsae sipjin, poomsae jitae, poomsae chonkwon, poomsae hansu, dan poomsae ilyeo. Dari kesembilan teknik tersebut perlu dilatih secara terus menerus agar menghasilkan gerakan yang sempurna.

Gerakan sempurna tersebut bisa disesuaikan dengan pelatihan yang rutin.

Berlatih Poomsae

Berlatih poomsae berarti telah siap untuk berlatih secara berulang ulang. Tapi hal ini juga berlaku bagi atlet kyorugi atau fighting. Bahkan lebih membosankan yaitu hanya menendang saja. Poomsae itu ibarat rantai jangkar bagi kapal laut. Jika ingin menghasilkan rantai jangkar kapal laut yang kuat, maka harus membentuk anak rantai yang kuat sebagai penahan jangkar. Dalam poomsae ada banyak teknik yang menggambarkan Taekwondo secara utuh yaitu kyorugi atau tendangan dan Jireugi atau pukulan.

Pertandingan Poomsae

Pada pertandingan poomsae, keseluruhan teknik yang diperagakan akan dinilai oleh wasit. Salah satu teknik yang dinilai adalah jireugi atau pukulan. Pukulan yang baik adalah pukulan bertenaga, dan dilakukan dengan teknik benar. Untuk bisa melatih pukulan, maka dibutuhkan alat penunjang untuk berlatih. Target bisa dipukul untuk menilai pukulannya bertenaga atau belum, dan memaksa atlet untuk memukul lebih kencang dan kuat di setiap pengulangan latihannya.

Untuk menghasilkan pukulan yang kuat dan bertenaga, tidak hanya dibutuhkan otot tangan seperti bisep dan trisep yang kuat. Akan tetapi koordinasi gerakan tangan dengan gerakan pinggang yang baik dan juga core stregth yang terlatih. Core strength ini umumnya terletak di daerah sekitar abdomen atau perut. Otot inti yang lemah bisa mengakibatkan banyak masalah. Sedangkan otot inti yang kuat bisa membantu banyak hal bagi atlet maupun seseorang secara umum.

Melatih Core Strength

Melatih core strength bisa dimulai dari rangkaian plank. Ada banyak manfaat melakukan plank atau core strength exercise bagi atlet. Setelah itu, lakukan rangkaian latihan sit up dengan berbagai macam variasi, salah satunya bisa menggunakan bola fitness yang biasa digunakan untuk pilates dan lain-lain untuk membantu melatih stabilitas tubuh atlet. Setelah rangkaian latihan selesai, maka Anda bisa melatih apa yang ingin ditekankan dalam latihan ini, yaitu pukulan yang baik dan kuat.

Pukulan yang Baik dalam Poomsae

Pukulan yang baik dan bagus dimata wasit poomsae, bukan hanya pukulan lurus dan kuat. Melainkan harus disadari bahwa setiap pukulan ke depan itu dibantu dengan kuatnya tarikan tangan yang menyikut ke belakang. Maka sebelum melatih pukulan, latihlah terlebih dahulu menyikut ke belakang dengan baik, dan benar serta bertenaga. Hal ini dilakukan agar pukulan Anda bisa sempurna lurus ke depan dan dengan teknik yang benar juga.

Nah, itulah penjelasan singkat mengenai Poomsae taekwondo yang perlu diketahui. Banyak yang menganggap latihan poomsae hanya latihan pengulangan baik itu taegeuk maupun black belt poomsae. Dari latihan yang diulang tersebut dianggap membosankan. Kenapa dianggap membosankan? Ya karena diulang-ulang terus latihannya. Latihan yang diulang tidak hanya berlaku bagi poomsae, latihan tendangan dan pukulan juga perlu diulang untuk kesempurnaan gerakannya.

Banggood WW

Hosting Unlimited Indonesia

Glasseslit WW